Terung adalah tumbuhan penghasil buah yang dijadikan sayur-sayuran. Asalnya adalah India dan Sri Lanka.

Terung berkerabat dekat dengan kentang dan leunca, dan agak jauh dari tomat.

Terung ialah terna yang sering ditanam secara tahunan. Tanaman ini tumbuh hingga 40–150 cm tingginya.

Manfaat Terong bagi tubuh

Kandungan serat, kalium, vitamin C, vitamin B6, dan fitonutrien membuat manfaat terung begitu besar bagi kesehatan jantung Anda.

Selain itu, flavonoid atau pigmen larut air pada terung bisa mencegah berbagai jenis penyakit jantung.

Zat pigmen ini juga bisa menurunkan tekanan darah darah Anda.

Terung ungu yang siap panen biasanya sudah memasuki umur tiga sampai empat bulan. 

Tanaman terung ungu dapat memproduksi buah secara aktif sampai sekitar usia lima hingga enam bulan.

Berikut Langkah – Langkah cara menanam terong

  1. Pemilihan Benih

Hal paling pertama dan penting untuk menanam terong adalah pemilihan benih yang tepat.

Pastikan jika benih yang Anda pilih adalah benih yang berkualitas.

Pemilihan benih ini sangat penting karena akan berpengaruh pada bagaimana hasil tumbuhan ini nantinya.

Jika benih yang dipilih berkualitas, maka tanaman terong yang ditanam juga akan menghasilkan buah yang berkualitas dan besar.

Tentu, secara harga, hasil panen tersebut nantinya akan memiliki nilai jual yang lebih baik.

2. Persiapan Media Tanam

Jika masalah benih sudah selesai, maka tahapan berikutnya dalam cara menanam terong adalah persiapan media tanam.

Persiapan ini juga merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan karena akan menentukan bagaimana pertumbuhan awal dari benih tersebut.

Nah, untuk persiapan media tanam, Anda bisa menggunakan pot atau polybag. Memang, penyemaian awal sebaiknya dilakukan di pot atau dalam polybag.

Hal ini dikarenakan agar penerapan cara merawat benih sayuran ini menjadi lebih mudah.

Untuk persiapan media tanam, ada beberapa hal yang harus disiapkan terlebih dahulu, seperti tanah, padi sekam, pot atau polybag dan air.

Nah, masukkan saja beberapa media tanam tersebut pada pot dan polybag.

3. Penyemaian Benih

Jika media tanam sudah siap, maka cara menanam terong selanjutnya adalah penyemaian benih.

Dalam hal ini, ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk penyemaian, seperti:

  • Rendam jenis benih yang Anda gunakan pada air hangat sekitar 15 menit
  • Sambil menunggu, siapkan media tanam dan buat lubang kecil berukuran 1 cm
  • Jika sudah, letakkan benih terong pada lubang tersebut dan tutup menggunakan campuran tanah
  • Padatkan tanah dengan menepuk-nepuk perlahan
  • Siram tanah dengan cara dipercikkan air dan letakkan di bagian tempat yang terkena sinar matahari yang cukup. Tunggu hingga bibit berkecambah sekitar 1 bulan.
  • Pemindahan Bibit

Jika benih sudah berkecambah dan bibit mulai tumbuh, maka pemindahan bibit perlu dilakukan.

Pemindahan ini adalah bagian dari cara menanam terong yang dilakukan agar buahnya besar. Hal ini dikarenakan nutrisi yang didapatkan akan semakin baik.

Baik terong ungu ataupun terong hijau, bibit akan cenderung bisa berkembang dengan pesat jika ditanam langsung di tanah.

Oleh karena itu, siapkan beberapa petak lahan untuk penanaman, terutama jika Anda ingin berbisnis dengan sayuran ini.

4. Perawatan Terong

Setelah penanaman, pohon terong harus mendapatkan perawatan.

Perawatan tersebut akan membuat bibit terong sehat dan bisa berbuah dengan banyak.

Cara perawatan sayuran ini cukup mudah. Anda bisa melakukan pemupukan dan juga penyiraman.

Untuk penyiraman, tanaman terong memerlukan air dengan jumlah yang cukup.

Layaknya tanaman hortikultura, siram sayuran ini setiap dua kali sehari.

Selain itu, cabut gulma yang tumbuh agar terong bulat bisa tumbuh maksimal.

Nah, jika pertumbuhan sayuran ini maksimal, terong biasa dan jenis lainnya bisa dipanen dalam waktu sekitar 3-4 bulan setelah tanam.

PELUANG USAHA AGROBISNIS DI LAHAN SEMPIT

Untuk informasi lebih lanjut tentang yayasan kami silahkan kunjungi web asofamedia.com